Setting drama mengandung unsur waktu, tempat, dan suasana

  • 2 min read
  • Apr 23, 2020

Setting Latar

setting cerita atau disebut latar cerita adalah suatu hal yang sangat melekat karena hal ini sangatlah berpengaruh pada drama.

Fungsi Setting Latar

Fungsi setting Latar seperti tema, tokoh bahasa, medium sastra yang dipakai dan persoalan-persoalan yang muncul yang kesemuanya merupakan satu bagian yang tidak terpisahkan.

Karena Latar sangat berpengaruh dalam alur atau jalan sebuah cerita drama.

Unsur-unsur setting drama

unsur drama juga di bagi oleh beberapa bagian, hal ini berfungsi untuk teraturnya membuat sebuah cerita. berikut unsur setting drama :

 1. Setting Tempat

Setting tempat adalah tempat yang menjadi setting peristiwa drama itu terjadi. Peristiwa dalam drama adalah peristiwa fiktif yang menjadi hasil rekaan penulis drama.

Menurut Aristoteles peristiwa dalam drama adalah mimesis atau tiruan dari kehidupan manusia keseharian. Seperti diketahui bahwa sifat dari naskah drama bisa berdiri sendiri sebagai bahan bacaan sastra, tetapi bisa sebagai bahan dasar dari pertunjukan.

Sebagai bahan bacaan sastra, interpretasi tempat kejadian peristiwa ini terletak pada keterangan yang diberikan oleh penulis naskah drama dan dalam imajinasi pembaca. Sedangkan sebagai bahan dasar pertunjukan, tempat peristiwa ini harus dikomunikasikan atau diceritakan oleh para pemeran sebagai komunikator kepada penonton.

Analisis ini perlu dilakukan guna memberi suatu gambaran pada penonton tentang tempat peristiwa itu terjadi. Analisis ini juga sangat penting dilakukan karena berhubungan dengan tata teknik pentas. Gambaran tempat peristiwa dalam drama kadang sudah diberikan oleh penulis drama, tetapi kadang tidak diberikan oleh penulis drama. Analisis latar tempat dapat dilakukan dengan mencermati dialog-dialog peran yang sedang berlangsung dalam satu adegan, babak atau dalam keseluruhan drama tersebut.

2. Setting Waktu

Setting waktu adalah waktu yang menjadi latar belakang peristiwa, adegan, dan babak itu terjadi.

Loading...

Mengarah pada “kapan” terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya sastra misalnya tahun, musim, hari, dan jam. Setting waktu terkadang sudah diberikan atau sudah diberi rambu-rambu oleh penulis drama, tetapi banyak setting waktu ini tidak diberikan oleh penulis drama.

Tugas seorang sutradara dan pemeran ketika menghadapi sebuah naskah drama adalah menginterprestasi latar waktu dalam drama tersebut. Dengan menggetahui setting waktu yang terjadi pada maka semua pihak akan bisa mengerjakan drama tersebut.

Misalnya, penata artistik akan menata perabot dan mendekorasi pementasan sesuai dengan setting waktu. Analisis setting waktu perlu dilakukan baik oleh seorang sutradara maupun oleh pemeran. Analisis setting waktu yang dilakukan oleh sutradara biasanya berhubungan dengan tata teknik pentas, sedangkan yang dilakukan oleh pemeran biasanya berhubungan dengan akting dan bisnis akting.

Setting waktu dalam naskah drama bisa menunjukkan waktu dalam arti yang sebenarnya (siang, malam, pagi, dan sore), waktu yang menunjukkan sebuah musim (musim hujan, musim kemarau, musim dingin dan lain-lain), dan waktu yang menunjukkan suatu zaman atau abad (Zaman Klasik, Zaman Romantik, zaman perang dan lain-lain). Analisis setting waktu bisa dilakukan dengan mencermati dialog-dialog yang disampaikan oleh tokoh dalam adegan atau babak yang sedang berlangsung. Dengan mengetahui setting waktu dan suasana yang terjadi pada satu adegan atau babak maka akan lebih mudah dalam mengekspresikannya, dan memainkan adegan tersebut.

3. Setting Peristiwa

Setting peristiwa adalah peristiwa yang melatari adegan itu terjadi dan bisa juga yang melatari drama itu terjadi.

Mengarah pada hal-hal yang berhubungan dengan perilaku kehidupan sosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakan dalam karya sastra, misalnya kebiasaan hidup, adat istiadat, tradisi, keyakinan, pandangan hidup, cara berfikir, dan sikap.

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published.