Pengertian OSI Layer

  • 12 min read
  • Aug 13, 2019

Pengertian OSI layer

 *Gambar tingkatan OSI layer*

-OSI layer adalah : OSI layer kepanjangan dari (Open System Interconection) membantu seorang desainer memahami tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komonikasi data, atau bisa di sebut juga dengan pemrosesan data dari pembuatan, pengecekan, dan lain lain sampai pada proses akhir yaitu pengiriman data.

 

-Sejarah OSI layer: dahulu pada era -70an banyak perusahaan software yang membuat system network Architekture (SNA), yang antara lain IBM, Digital, Sperry, burough dan sebagainya,masing masing perusahaan tersebut membuat aturan aturan yang antara satu sama lain berbeda, misalkan IBM megembangkan SNA produk digital tentunya tidak bisa hal ini di sebabkan protokolnya tidak sama. analoginya, misalkan anda berbicara dengan bahasa jawa tentunya akan di mengerti juga oleh orang lain yang berbahasa jawa, masalah ini bisa di selesaikan jika anda berbicara menggunakan bahasa standar yang tentunya bisa di mengerti lawan bicara anda.

sebelum munculnya model refenisi OSI, sisitem jaringan komputer sangat berpengaruh kepada pemasok (vender). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interpetabilitas antara pemasok yang berbeda.tadak adaanya suatu protokol yang sama membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.

masalah utama dalam komunikasi antar komputer dari vendor yang berbeda adalah karna mereka menggunakan protocol dan format data yang berbeda beda menghadapi kenyataan ini, kemudian the internet standat organisasion pada sekitar tahun 1980 an meluncurkan sebuah standar model revenisi yang erisi cara kerja serangkaian protokol SNA. model revinisi ini selanjutnya dinamakan open systeeminterconection (OSI). model Revinisi OSI terdiri dari 7 buah bagian / layer yang masing masing layer mempunyai tugas sendiri. di karnakan OSI terdiri dari 7 macam layer, maka model refinensi OSI seringkali di sebut OSI 7layer.

 

OSI layer mempunyai 7 lapisan di setiap lapisan mempunyai kegunann dan fungsi masing-masing di bawah ini akan saya terangkan tentang 7 lapisan yang ada pada OSI layer :

 

  1. APLICATION layer ( lapisan aplikasi )

-Aplication layer adalah lapisan paling atas, lapisan yang ada di bawah nya bekerja untuk lapisan ini.

lapisan ini fungsinya untuk menyediakan jasa untuk penggunannya.lapisan ini juga sebagai antarmuka dengan pengguna dan lapisan ini pula yang bertanggung jawab atas pertukaran informasi antar komputer.

Loading...

*aplikasi yang bekerja di dalam application layer contohnya:

  • Web Browser, contoh nya : mozilla firefox dan internet explorer.
  • E-mail Client contoh : Out Look Express, Outlook Web Access, Mozilla thunderbird, Fox mail dll.
  • Software FTP, Contoh : file Zilla

contoh aplication layer : Gatewaye

protocols yang bekerja:
*DHCP (DYNAMIC HOST CONFIGURATION PROTOCOL) gunannya : untuk distribusi IP pada jumlah IP yang terbatas.
*DNS ( DOMAIN NAME SERVER) gunannya : data bese nama domain mesin dan nomor IP
*FTP ( FILE TRANSFER PROTOCOL) gunannya : untuk transfer file
*HTTP (HAYPER TEXT TRANSFER PROTOCOL) gunannya : yntuk transfer file HTML dan WEB
*MIME ( MULTIPURPUPOSE INTERNET PROTOCOL) gunannya : untuk mengirim file bineriy dalam bentuk text
*NNTP ( NETWORK NEWS TRANSFER PROTOCOL) guannya : menerima dan mengirim news group
*POP (POST OFFICE PROTOCOL) gunanya : untuk mengambil mail dari server
*SMB (SERVER MESAGGE BLOCK) gunanya : untuk transfer berbagai file dari server dos dan windows

beberapa fungsi dari presentation layer :
-interface antara jaringan dan s/w aplikasi

  1. PRESENTATION layer ( lapisan presentasi )

-Presentation layer adalah lapisan ke enam dari tujuh lapisan yang fungsinya untuk bertanggung jawab di mana data di cek dan di format sebelum data di kirim dan sampai ke aplication layer.

*aplikasi yang bekerja di dalam presentation layer:

  • PICT,TIFF,JPEG merupakan format data untuk aplikasi berupa gambar (image)
  • MIDI, MPEG,dan quicktime merupakan format data untuk aplikasi sound & movie.
  • ASCII merupakan format data untuk informasi dalam bentuk texs.

contoh dari presntation layer : gateway

protocolsyang bekerja :
*SMPTP (SIMPEL MAIL TARNSFER PROTOCOL) gunannya : untuk pertukaran mail
*SNMP ( SIMPEL NETWORK MANEGEMENT PROTOCOL) gunanya : untuk menejeen jaringan.
*TELNET protocol yang di gunakan untuk akses remote masuk ke suatu host data berjalan berupa text.
*TFTP (Trivial FTP) protokol untuk transfer file

beberapa fungsi dari presentaion layer:
-bagaimana data di presentasikan
-type data, enkripsi, visual image, dll

  1. SEESION layer ( lapisan sesi)

-seesion layer berfungsi untuk menetapkan, mengatur dan menghentikan sesi pengiriman data, session layer juga berguna untuk melayani presentation layer (lapisan ke 6)
*aplikasi yang ada pada session layer :

  • RPC (Remote Procedur Cell) protocol yang menyediakan mekanisme client / server pada sistem opersi windows NT
  • NFS (Network File System) di bangun oleh sun microsistem dan di gunakan oleh workstation TCP/IP dan unix agar dapat mengakses remot resource.
  • OS dan penjadwalan suatu aplikasi

protocols yang bekerja :
*NetBIOS (Network Besic Input Otput System) BIOS jaringan standar
*Names Pipes
*Mail Slots
*RPC ( Remote Procedur Call ) prosedur pemanggilan jarak jauh.
*SOCKET, Input Output untuk network jenis BSD-UNIX

beberapa fungsi dari seesion layer :
-mempertaankan data dari berbagaia aplikasi yang di gunakn

  1. TRANSPORT layer (lapisan transpor)

-tarnsport lapisan berguna untuk memecah data menjadi paket-paket data serta memberikan nomer urut ke paket paket data agar pada saat data di teriama data dapat di susun kembali.
*aplikasi yang bekerja pada transport layer :
-aplikasi nya berupa penghantar suatu data atau untuk mengirim sebuah file.

  • suatu aplikasi yang gunanya untuk mengirim dan menerima data atau membagi data tersebut ke beberapa bagian
  • SPXLayer transport
  • contoh TRansport layer :  cabel tester : alat untuk memeriksa kesempurnaan pemasangan kabel konektor LAN (RJ45) agar untuk mengetahui kabel yang kita buat sudah benar atau belom. brouter : perangkat jaringan yang berfungsi baik sebagai jembatan atau router.

*TCP (Transmision Control Protocol) untuk pertukaran data berorientasi
*UDP (User Datagaram Protocol) protocol conectionless dan proses-to-proses yang hanya menaambahakan  alamat port, cheksum eror control dan panjang informasi data pada layar dia atas

ada beberapa fungsi transport layer:
-reliabel dan unreliabel delivery
-multiplexing

  1. NETWORK layer ( lapisan jaringan)

-network layer berguna untuk menentukan alamat IP atau alamat perjalanann dan juga menentukan rute perjalanan data hingga data sampai ke tujuan akhir yaitu pemrosesan dalam hal ini data berbentuk paket.
*aplikasi yang bekerja pada network layer:

  • DPP (Delivery Datagram Protocol) merupakan protokol transport yang bisa di gunakan oleh    jaringan komputer apple
  • IPX (Internet Packet Exchange) dan NWlink merupakan protokol yang di sediakan oleh sistem operasi netware yang di sebut oleh novell, di gunakan untuk routing paket.

contoh dari network layer : B-router adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau internet menuju tujuannya melalui sebuah proses yang di kenal sebagai penghalaan.protocols yang bekerja :
*IP ( INTERNET PROTOCOL) gunanya : menetapan rauting
*RIP ( RAUTING INFORMAtION PROTOCOL) gunanya : memeilih rauting untuk mendapatkan informasi hard ware nomor IP
*RARP ( REVERSE ARP) gunanya untuk menetapkan informasi nomer IP dari hard ware.

*ICMP (Internet Control Message Protocol) mekanisme yang di gunakan oleh sejmlah host untuk mengirim nontifikasi data gram yang mengalami masalah pada host nya.
*IGMP ( Internet Group Message Protocol) yang di gunakan untuk memberi faslitas message yang simulation kepada group penerima.
*(ARP) (Adress Resolution Protocol ) di gunakan untuk mengetahi alamat IPberdasarkan alamat fisik dari sebuah komputer.

ada beberapa fungsi network :
-logical addressing
-mengirimkan alamat network

  1. DATA LINK layer ( lapisan koneksi data)

-data link layer berguna untuk memnentukan bagaimana bit-bit data di kelompokan menjadi format yang di sebut sebagai frame. pada lapisan ini apabila bit-bit ingin di bungkus dan ingin di kirim harus melalui media WAN protocol architectur atau harus melalui LAN architectur. selain itu di level ini juga terjadi koreksi kesalhan data.
*aplikasi yang bekerja pada data link layer:

  • LLC (Logikal Link Control) mendefinisaikan protocol network layer dan kemudian melakukan enkapsulasi protokol-protokol taransport.
  • MAC (Media Acces Control) mendifinisakan bagaimana packet di tempatkan pada sebuah media dalam sublayer ini sistem pengalamatan hardware di defenisikan.

contoh dari data link layer : NIC / LAN Card, bridge adalah sebuah komponen jaringan yang di gunakan untuk memperluas jaringan atau membuat sebuah segment jaringan. dan switch adalah sebuah alat jaringan yang melakukan penjembatan tak tampak ( penghubug penyekatan (segmentation) banyak jaringan dengan pengalihan berdasarkan alamat MAC.

protocols
*PPP ( POINT TO POINT PROTOCOL) gunanya untuk point to poin suatu data.
*SLIP (Serial Line Internet Protocol) di gunakan untuk menyabung serial.

ada beberapa fungsi data link:
-mengkomunikaskan bit ke bytes dan byte ke frame
-menerima perangkat media berupa MAC addressing
-deteksi error dan recovery error

  1.  PHYSICAL layer (lapisan fisik )

-physical layer adalah lapisan paling bawah pada OSI, berfungsi untuk mendefenisikan media transmisi jaringan. atau bisa di sebut juga dengan penulisan data pertama kali apabila data ingin di proses.

*apliasi yang bekerja pada physical layer

  • ISDN (Integrated Services Digital Network) suatu sistem telkomonikasi di mana layanan antara data, suara, dan gambar di integrasi ke dalam suatu jaringan yang menyediakan konektivitas digital ujung ke ujung untuk menunjukan suatu ruang lingkup pelayanan yang lues.
  • FDDI (Fiber Distributed Data Interface) sustu standar komunikasi data menggunakan fiber optic pada LAN dengan panjang sampai 200 km
  • EIA/TIA-232, V35, Layer Physical

contoh dari Physical layer adalah HUB : sebuah alat yang di gunakan dalam jaringan LAN yang bekerja di OSI pada layer physicla layer. dan repeater : adalah sebuah setasiun untuk menerima sinyal yang masuk dan mengirimkan kembali pada frekuansi yang berbeda.

 

FDDI terdiri dari dua token ring yang satu ring nya berfungsi sebaai ring backup jika seandainya ada ring dari dua ring tersebut yang putus atau mengaalami kegagalan dalam bekerja.

protocols
*10baseT
*100baseT
*RS232

ada beberapa fungsi dari physical layer:
-memindahkan bit antar devices
-spesifikasinya berupa voltase, wire, speed, pin pada kabel

*keuntungan menggunakan OSI layer :
1. memecahkan operasional sistem jaringan yang kompleks agar mudah di pelihara.
2. perubahan setiap lapisan tidak mengubah lapisan yang lain. ini memudahkan produsen berkonsentrasi pada lapisan tertentu saja.
3. memudahkan pengembangan perangkat keras “plug and play” ( istilah tekhnologi informasi yang mengacu kepada fitur di komputer yang memperboleh kan suatu perangkat di tambahkan ke sistem komputer tanpa harus menginstal ulang divice driver secara manual.)
4. membagi tugas tugas di setiap layer nya.
5 dapat di jadikan bahan pertimbangan trobleshooting ( merupakn pencarian sumber masalah sehingga masalah dapat di selesaikan )

*kerugian menggunakan OSI layer :
1.lapisan OSI bersifat teoritis dan tidak benar benar bekerja pada fungsi yang sebenarnya.
2. implumentasi  dalam dunia industri jarang memiliki hubungan yang sama persis dengan lapisan pada osi layer.
3. protokol yang berbeda dalam stack melakukan fungsi yang berbeda yang membantu mengirim atau menerima pesan keseluruhan.
4. perubahan satu protocol tidak bersifat menyeluruh ke semua bagian.

kesimpulan OSI layer adalah intinya agar setiap peralatan bisa berkomonikasi dengan lainnya maka di butuhkan sistem OSI layer untuk membantu proses jalannya jarinagn dan alat komputer.

cara kerja ISO layer menurut yang saya ketahui :
-pertama router mengirim frame melalui jaringnan yang berbeda dengan protokol data link yang berbeda, hanya data link layar dan lapisan fisik yang memerlukan modifikasi.
-router menghapus semua informasi data link dan mengirimkannya ke lapisan jaringan.
-router menggunakan alamat tujuan IP untuk menentukan di mana untuk mengirim pada berikutnya
-router yang menggunakan data dengan informasi data link populer untuk wan atm
-ATM WAN menuju ke ethernen LAN
-kehilangan paket karena router adalah transportasi lapisan padat mengirimkan menunggu pengakuan penerima lapisan transport terbatas dan mentransmisikan kembali data.
-router untuk menghapus informasi dan mengirim link ke lapisan jaringan paket
-lagi router adalah alamat IP dari lapisan jaringan untuk. menentukan di mana untuk mengirim paket berikutnya.
-setelah menentukan tahap berikutya dan menambahkan informasi data link yang tepat untuk mengirimkan pada jaringan ( pada jaringan ethernet lagi)
-beberapa protokol data link layer menyediakan komunikasi yang handal antara dua node. dalam contoh ini lapisan data link ethernet di lakukan ketika lapisan pengirim tidak menerima nya pengakuan dari lapisan menerimanya dan mengirim ulang frame.
-setiap lapisan model sekarang menghilangkan lapisan enkapsulasi dan membaca informasi tentang cara menambahkan lapisan yang sama pada pengirim
-membaca bit dari media fisik, dan menguahnya menjadi frame dan mengirimkan frmae ke data link.
-menghapus header data data link frame dan di konfesi kembali ke paket IP
-menghapus header IP mengubah paket kembali ke segmen dan menekan kembali ke lapisan transport.
-menyerupai segment kembali ke data asli mengunakan nomer port untuk menentukanaplikasi untuk mengirim data ke email.
-menggunakan informasi sesi untuk menentukan aliran komunikasi data ini
menggunakan informasi yang di berikan oleh lpisan presentasi untuk dapat menginter pretasikan data untuk mesin tertentu.
-aplikasi membaca perintah SMTP bahwa lapisan aplikasi pada pengirim telah di kirim.
-seerti yang di sebutkan sebeumnya model osi lebih dari model teoritis, internet menggunakan protokol TCP/IP bukan stok OSI

 

Pengertian TCP/IP

TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah standar komunikasi datayang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack.Beberapa contoh TCP / IP :

SYN Flood – membuka port TCP secara acak, mengikat peralatan jaringan atau komputer dengan jumlah besar permintaan palsu, menyebabkan sesi yang akan ditolak kepada orang lain

DoS – Mengirim abnormal besar jumlah permintaan ke sistem mencegah akses ke layanan

DDoS – Menggunakan “zombie” untuk membuat menelusuri asal serangan DoS sulit untuk menemukan

Spoofing – Keuntungan akses ke sumber daya pada perangkat dengan berpura-pura menjadi komputer terpercaya

Man-in-the-Tengah – memotong atau memasukkan informasi palsu dalam lalu lintas antara dua host

DNS Poisoning – Mengubah catatan DNS pada sistem untuk menunjuk ke server palsu di mana data dicatat.

Replay – Menggunakan jaringan sniffers untuk mengekstrak username dan password untuk digunakan di kemudian hari untuk mendapatkan akses

Sejarah dan Arsitektur dalam TCP/IP

Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang Sejarah dan Arsitektur TCP/IP,posting ini merupakan kelanjutan dari posting sebelumnya yang membahas tentangPengertian dan Fungsi IP address.

Sejarah TCP/IP dimulainya dari lahirnya ARPANET yaitu jaringan paket switching digital yang didanai oleh DARPA (Defence Advanced Research Projects Agency) pada tahun 1969. Sementara itu ARPANET terus bertambah besar sehingga protokol yang digunakan pada waktu itu tidak mampu lagi menampung jumlah node yang semakin banyak. Oleh karena itu DARPA mendanai pembuatan protokol komunikasi yang lebih umum, yakni TCP/IP. Ia diadopsi menjadi standard ARPANET pada tahun 1983.

Untuk memudahkan proses konversi, DARPA juga mendanai suatu proyek yang mengimplementasikan protokol ini ke dalam BSD UNIX, sehingga dimulailah perkawinan antara UNIX dan TCP/IP. Pada awalnya internet digunakan untuk menunjukan jaringan yang menggunakan internet protocol (IP) tapi dengan semakin berkembangnya jaringan, istilah ini sekarang sudah berupa istilah generik yang digunakan untuk semua kelas jaringan. Internet digunakan untuk menunjuk pada komunitas jaringan komputer worldwide yang saling dihubungkan dengan protokol TCP/IP.

Perkembangan TCP/IP yang diterima luas dan praktis menjadi standar defacto jaringan komputerberkaitan dengan ciri-ciri yang terdapat pada protokol itu sendiri yang merupakan keunggulun dari TCP/IP, yaitu :

=>Perkembangan protokol TCP/IP

menggunakan standar protokol terbuka sehingga tersedia secara luas. Semua orang bisa mengembangkan perangkat lunak untuk dapat berkomunikasi menggunakan protokol ini. Hal ini membuat pemakaian TCP/IP meluas dengan sangat cepat, terutama dari sisi pengadopsian oleh berbagai sistem operasi dan aplikasi jaringan.

=>Tidak tergantung pada

perangkat keras atau sistem operasi jaringan tertentu sehingga TCP/IP cocok untuk menyatukan bermacam macam network, misalnya Ethernet, token ring, dial-up line, X-25 net dan lain lain.

=>Cara pengalamatan bersifat unik

dalam skala global, memungkinkan komputer dapat mengidentifikasi secara unik komputer yang lain dalam seluruh jaringan, walaupun jaringannya sebesar jaringan worldwide Internet. Setiap komputer yang tersambung dengan jaringan TCP/IP (Internet) akan memiliki address yang hanya dimiliki olehnya.

=>TCP/IP memiliki fasilitas

routing dan jenis-jenis layanan lainnya yang memungkinkan diterapkan pada internetwork.

Arsitektur dan Protokol Jaringan TCP/IP

Dalam arsitektur jaringan komputer, terdapat suatu lapisan-lapisan ( layer ) yang memiliki tugas spesifik serta memiliki protokol tersendiri. ISO (International Standard Organization) telah mengeluarkan suatu standard untuk arsitektur jaringan komputer yang dikenal dengan nama Open System Interconnection ( OSI ). Standard ini terdiri dari 7 lapisan protokol yang menjalankan fungsi komunikasi antara 2 komputer. Dalam TCP/IP hanya terdapat 5 lapisan sbb :

Arsitektur TCP/IP

=>Application Layer

=>Transport Layer

=>Internet Layer

=>Network Access Layer

=>Physical Layer

Arsitektur OSI

=>Application Layer

=>Presentation Layer

=>Session Layer

=>Transport Layer

=>Network Layer

=>Data Link Layer

=>Physical Layer

Poin diatas merupakan perbandingan Arsitektur OSI dan TCP/IP

Walaupun jumlahnya berbeda, namun semua fungsi dari lapisan-lapisan arsitektur OSI telah tercakup oleh arsitektur TCP/IP. Adapun rincian fungsi masing-masing layer arsitektur TCP/IP adalah sbb :

=>Physical Layer (lapisan fisik)

Merupakan lapisan terbawah yang mendefinisikan besaran fisik seperti media komunikasi, tegangan, arus, dsb. Lapisan ini dapat bervariasi bergantung pada media komunikasi padajaringan yang bersangkutan. TCP/IP bersifat fleksibel sehingga dapat mengintegralkan mengintegralkan berbagai jaringan dengan media fisik yang berbeda-beda.

=>Network Access Layer

Mempunyai fungsi yang mirip dengan Data Link layer pada OSI. Lapisan ini mengatur penyaluran data frame-frame data pada media fisik yang digunakan secara handal. Lapisan ini biasanya memberikan servis untuk deteksi dan koreksi kesalahan dari data yang ditransmisikan. Beberapa contoh protokol yang digunakan pada lapisan ini adalah X.25 jaringan publik, Ethernet untuk jaringan Etehernet, AX.25 untuk jaringan Paket Radio dsb.

=>Internet Layer

Mendefinisikan bagaimana hubungan dapat terjadi antara dua pihak yang berada pada jaringanyang berbeda seperti Network Layer pada OSI. Pada jaringan Internet yang terdiri atas puluhan juta host dan ratusan ribu jaringan lokal, lapisan ini bertugas untuk menjamin agar suatu paket yang dikirimkan dapat menemukan tujuannya dimana pun berada. Oleh karena itu, lapisan ini memiliki peranan penting terutama dalam mewujudkan internetworking yang meliputi wilayah luas (worldwide Internet). Beberapa tugas penting pada lapisan ini adalah :

=>Addressing, yakni melengkapi setiap datagram dengan alamat Internet dari tujuan. Alamat pada protokol inilah yang dikenal dengan Internet Protocol Address ( IP Address). Karena pengalamatan (addressing) pada jaringan TCP/IP berada pada level ini (software), makajaringan TCP/IP independen dari jenis media dan komputer yang digunakan.

=>Routing,  yakni menentukan ke mana datagram akan dikirim agar mencapai tujuan yang diinginkan. Fungsi ini merupakan fungsi terpenting dari Internet Protocol (IP). Sebagai protokol yang bersifat connectionless, proses routing sepenuhnya ditentukan oleh jaringan. Pengirim tidak memiliki kendali terhadap paket yang dikirimkannya untuk bisa mencapai tujuan. Router-router pada jaringan TCP/IP lah yang sangat menentukan dalam penyampaian datagram dari penerima ke tujuan.

=>Transport Layer

Mendefinisikan cara-cara untuk melakukan pengiriman data antara end to end host secara handal.Lapisan ini menjamin bahwa informasi yang diterima pada sisi penerima adalah sama dengan informasi yang dikirimkan pada pengirim. Untuk itu, lapisan ini memiliki beberapa fungsi penting antara lain :

=>Flow Control. Pengiriman data yang telah dipecah menjadi paket-paket tersebut harus diatur sedemikian rupa agar pengirim tidak sampai mengirimkan data dengan kecepatan yang melebihi kemampuan penerima dalam menerima data.

=>Error Detection, Pengirim dan penerima juga melengkapi data dengan sejumlah informasi yang bisa digunakan untuk memeriksa data yang dikirimkan bebas dari kesalahan. Jika ditemukan kesalahan pada paket data yang diterima, maka penerima tidak akan menerima data tersebut. Pengirim akan mengirim ulang paket data yang mengandung kesalahan tadi. Namun hal ini dapat menimbulkan delay yang cukup berarti.

Pada TCP/IP, protokol yang dipergunakan adalah Transmission Control Protocol (TCP) atau User Datagram Protocol ( UDP ). TCP dipakai untuk aplikasi-aplikasi yang membutuhkan keandalan data, sedangkan UDP digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan panjang paket yang pendek dan tidak menuntut keandalan yang tinggi. TCP memiliki fungsi flow control dan error detection dan bersifat connection oriented. Sebaliknya pada UDP yang bersifat connectionless tidak ada mekanisme pemeriksaan data dan flow control, sehingga UDP disebut juga unreliable protocol.

Untuk beberapa hal yang menyangkut efisiensi dan penyederhanaan, beberapa aplikasi memilih menggunakan UDP sebagai protokol transport. Contohnya adalah aplikasi database yang hanya bersifat query dan response, atau aplikasi lain yang sangat sensitif terhadap delay seperti video conference. Aplikasi seperti ini dapat mentolerir sedikit kesalahan (gambar atau suara masih bisa dimengerti), namun akan tidak nyaman untuk dilihat jika terdapat delay yang cukup berarti.

=>Application Layer

merupakan lapisan terakhir dalam arsitektur TCP/IP yang berfungsi mendefinisikan aplikasi-aplikasi yang dijalankan pada jaringan. Karena itu, terdapat banyak protokol pada lapisan ini, sesuai dengan banyaknya aplikasi TCP/IP yang dapat dijalankan. Contohnya adalah SMTP ( Simple Mail Transfer Protocol ) untuk pengiriman e-mail, FTP (File Transfer Protocol) untuk transfer file, HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) untuk aplikasi web, NNTP (Network News Transfer Protocol) untuk distribusi news group dan lain-lain. Setiap aplikasi pada umumnya menggunakan protokol TCP dan IP, sehingga keseluruhan keluarga protokol ini dinamai denganTCP/IP

perbedaan dan persamaan osi layerdan tcp/ip

TCP/IP atau Transmission Control Protocol/Internet Protocol adalah model jaringan yang digunakan untuk komunikasi data dalam proses tukar-menukar informasi di internet. Sedangkan OSI Model atau Open System Interconnection Model adalah sebuah model jaringan yang dikembangkan secara resmi oleh International Standart Organization untuk melakukan sebuah standarisasi proses pembentukan jaringan yang sebelumnya dimiliki oleh masing-masing vendor pembuat jaringan komputer. Kedua model tersebut bertujuan untuk melakukan standarisasi pengggunaan jaringan.

Tabel Perbandingan OSI Layer dan TCP/IP Layer :

Perbedaan antara model OSI dan TCP/IP antara lain :

  1. OSI layer memiliki 7 buah layer, dan TCP/IP hanya memiliki 4 Layer.
  2. TCP/IP layer merupakan “Protocol Spesific”, sedangkan OSI Layer adalahProtocol Independen.3.
  3. Layer teratas pada OSI layer, yaitu application, presentation, dan sessiondirepresentasikan kedalam 1 lapisan Layer TCP/IP,yaitu layer.
  4. Semua standard yang digunakan pada jaringan TCP/IP dapat diperoleh secaracuma-cuma dari berbagai komputer di InterNet, tidak seperti OSI.
  5. Perkembangan ISO/OSI tersendat tidak seperti TCP/IP.
  6. Untuk jangka panjang, kemungkinan TCP/IP akan menjadi standart dunia jaringankomputer, tidak seperti OSI.
  7. OSI mengembangkan modelnya berdasarkan teori, sedangkan TCPmengembangkan modelnya setelah sudah diimplementasikan.
  8. TCP/IP mengombinasikan presentation dan session layer OSI ke dalam applicationlayer.
  9. TCP/IP mengombinasikan data link dan physical layers OSI ke dalam satu layer.
  10. TCP/IP lebih sederhana dengan 4 layer.
  11. TCP/IP lebih kredibel karena protokolnya. Tidak ada network dibangun dengan protokol OSI,walaupun setiap orang menggunakan model OSI untuk memandu pikiran mereka.

 

Persamaan antara model OSI dan TCP/IP antara lain :

1) Keduanya memiliki layer (lapisan).
2) Sama – sama memiliki Application layer meskipun memiliki layanan yang berbeda.
3) Memiliki transport dan network layer yang sama.
4) Asumsi dasar keduanya adalah menggunakan teknologi packet switching.
5) Dua-duanya punya transport dan network layer yang bisa diperbandingkan.
6) Dua-duanya menggunakan teknologi packet-switching, bukan circuit-switching ( Teknologi Circuit-Switching digunakan pada analog telephone).
7) TCP/IP layer merupakan “Protocol Spesific”, sedangkan OSI Layer adalah “Protocol Independen”

 

 

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published.