Cara Mudah Konfigurasi Dynamic routing Pada Mikrotik

Dynamic Routing atau Perutean dinamis, juga disebut perutean adaptif, adalah proses di mana perute dapat meneruskan data melalui rute yang berbeda atau tujuan yang diberikan berdasarkan pada kondisi saat ini dari sirkuit komunikasi dalam suatu sistem

Routing menggunakan OSPF

  1. Kita mulai dari Router-A. Buka menu Routing > OSPF. Saat artikel ini dibuat, kita tidak perlu mengkonfigurasi interface. Kita bisa langsung menambahkan neighbours network pada tab Networks.
  2. Buka tab Networks, tambahkan network address yang terhubung ke ether1 dan ether2 yaitu 172.22.1.0/27 dan 200.50.3.0/28. Caranya klik icon “+”. Adapun untuk areanya, karena tidak ada perintah spesifik, kita gunakan backbone saja (area=0).
  3. Tambahkan dua network tersebut, sehingga nanti terdapat 2 network seperti gambar berikut.
  4. Hal yang sama juga kita lakukan di Router-B. Tambahkan neighbours network yakni ether1 172.22.1.0/27 dan wlan1 200.50.3.48/28. Sehingga ada 2 networks yang kita konfigurasikan.

  5. Untuk verifikasi apakah routing kita sudah berhasil, kita bisa mengecek pada menu IP > Route di kedua Router. Jika pada Router-A sudah muncul ospf routing rule yang dst.address-nya network wlan1 Router-B dan pada Router-B muncul ospf routing rule yang dst.address-nya network ether2 Router-A. Itu artinya konfigurasi routing kita sudah berhasil, tinggal pengujian. Jika belum cek lagi konfigurasinya, pastikan network yang dimasukan lengkap dengan prefix-nya.
    OSPF routing rule ditandai dengan huruf o, artinya rule tersebut dibuat oleh routing protocol OSPF.

Routing menggunakan RIPv2

  1. Kita mulai lagi dari Router-A, buka menu Routing > RIP. Pilih tab Networks, tambah network dengan klik icon “+”

  2. Tambahkan neighbours network Router-A yaitu 172.22.1.0/27 dan 200.50.3.0/28.

    Sehingga pada Networks terdapat 2 network address seperti ini:

  3. Selanjutnya, kita buka tab Neighbours. Tambahkan IP Address neighbors router (router tetangga) dengan cara klik icon “+”. IP tetangga Router-A adalah Router-B (172.22.1.29).
  4. Hal yang sama juga kita lakukan pada Router-B. Kita tambahkan Router-B’s neighbours network, yaitu: 172.22.1.0/27 dan 200.50.3.48/28.

  5. Tambahkan juga neighbours router (router tetangga). Pada Router-B berarti router tetangganya adalah Router-A (172.22.1.30).

  6. Jika konfigurasinya benar, kita verifikasi apakah routing kita sudah berhasil dengan buka menu IP > Route di kedua router. Jika pada Router-A sudah muncul RIP routing rule yang dst.address-nya network wlan1 Router-B dan pada Router-B muncul RIP routing rule yang dst.address-nya network ether2 Router-A. Itu artinya konfigurasi routing kita sudah berhasil, tinggal pengujian. Jika belum cek lagi konfigurasinya, pastikan network yang dimasukan lengkap dengan prefix-nya.
    RIP routing rule ditandai dengan huruf r, artinya rule tersebut dibuat oleh routing protocol RIP.

Jika sudah konfigurasi routing menggunakan OSPF atau RIPv2 (pilih salah satu), sekarang tinggal kita uji koneksi antara client LAN (PC) dan client WLAN (Laptop). Jika semuanya sesuai, harusnya keduanya bisa saling terkoneksi.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like