9 Cara Membudidayakan Tanaman buah pala

  • 3 min read
  • May 20, 2020

Mengenal Buah Pala

buah Pala atau Myristica Fragan Haitt merupakan tanaman buah berupa pohon tinggi asli Indonesia.

karena tanaman ini berasal dari Banda dan Maluku. Tanaman pala menyebar ke Pulau Jawa, pada saat perjalanan Marcopollo ke Tiongkok yang melewati pulau Jawa pada tahun 1271 sampai 1295 pembudidayaan tanaman pala terus meluas sampai dengan pulau Sumatera.

Jenis Buah Pala

buah pala terkenal kaya akan manfaat dan dari segi jenisnya yang memiliki khasiat berbeda-beda, dan berikut beberapa jenis buah pala :

yakni beberapa diantaranya Myristica fragrans Houtt, Myristica argentea Ware dan Myristica Sucedona BL.

dianatara ketiga buah pala diatas Myristica fragrans adalah yang paling terkenal di pasar karena buah ini memiliki nilai jual tinggi.

Manfaat Buah Pala

Buah pala memiliki banyak manfaat mulai dari batang, buah,kulit sampai daun dan berikut penjelasan lengkapnya

a. Kulit batang dan daun

Batang/kayu pohon pala yang disebut dengan “kino” hanya dimanfaatkan sebagai kayu bakar. Kulit batang dan daun tanaman pala menghasilkan minyak atsiri
b. Fuli

Fuli adalah benda untuk menyelimuti biji buah pala yang berbentuk seperti anyaman pala, disebut “bunga pala”. Bunga pala ini dalam bentuk kering banyak dijual didalam negeri.
c. Biji pala

Loading...

Biji pala tidak pernah dimanfaatkan oleh orang-orang pribumi sebagai rempah-rempah. Buah pala sesungguhnya dapat meringankan semua rasa sakit dan rasa nyeri yang disebabkan oleh kedinginan dan masuk angin dalam lambung dan usus. Biji pala sangat baik untuk obat pencernaan yang terganggu, obat muntah-muntah dan lain-lainya.
d. Daging buah pala

Daging buah pala sangat baik dan sangat digemari oleh masyarakat jika telah diproses menjadi makanan ringan, misalnya: asinan pala, manisan pala, marmelade, selai pala, kKristal daging buah pala.

Cara Membudidayakan Tanaman buah pala

ada beberapa cara untuk membudidayakan buah pala namun disini sudah kami ringkas kanmenjadi 9 cara yang harus diperhatikan dalam budidaya pala berikut bisa disimak :

1. Melakukan Pembibitan

dalam hal penanaman pembibitan adalah hal yang sangat pentingselain berguna untuk menambah jumlah pala pembibitan juga berfungsi sebagai penambah omset di hari selanjutnya.

2. Perbanyakan Cara Generatif (Biji)

generatif biji atau pemilihan biji merupakan suatu hal yang penting dimana kita harus mengelompokan beberapa biji pala  yang berasal dari :

1. Biji sapuan: biji yang dikumpulkan begitu saja tanpa diketahui secara jelas dan pasti mengenai pohon induknya.
2. Biji terpilih: biji yang asalnya atau pohon induknya diketahui dengan jelas.

3. Memperbanyak Cara Cangkok

Perbanyakan tanaman pala dengan cara mencangkok bertujuan untuk mendapatkan tanaman yang mempunyai sifat-sifat asli induknya (pohon yang di cangkok).
Hal yang diperhatikan dalam memilih batang atau cabang yang akan di cangkok adalah dari pohon yang tumbuhnya sehat dan mampu memproduksi buah cukup banyak, pohon yang sudah berumur 12-15 tahun. Batang atau cabang yang sudah berkayu, tetapi tidak terlalu tua/terlalu muda.

4. Memperbanyakan Cara Penyambungan

Sistem penyambungan ini adalah menempatkan bagian tanaman yang dipilih pada bagian tanaman lain sebagai induknya sehingga membentuk satu tanaman bersama. Sistem penyambungan ini ada dua cara, yakni:
a. Penyambungan Pucuk (entern, grafting)
Penyambungan pucuk ini ada tiga macam yaitu :

  1. 1. Enten celah (batang atas dan batang bawah sama besar)
    2. Enten pangkas atau kopulasi
    3. Enten sisi (segi tiga)

b. Penyambungan mata (okulasi)
Penyambungan mata ada tiga macam yaitu :

  1. 1. Okulasi biasa (segi empat)
    2. Okulasi “T”
    3. Forkert

Setelah 3-4 bulan sejak penyambungan dengan sistem enten atau okulasi itu dilakukan dan jika telah menunjukkan adanya pertumbuhan batang atas (pada penyambungan enten) dan mata tunas (pada penyambungan okulasi), tanaman sudah dapat ditanam di lapangan.

5. MemPerbanyakan Cara Penyusuan

Dalam sistem penyusuan ini, ukuran batang bawah dan batang atas sama besar yakni seukuran jari tangan orang dewasa :

  •  Pilihlah calon bawah dan batang atas yang mempunyai ukuran sama.
  • Lakukanlah penyayatan pada batang atas dan batang bawah dengan bentuk dan ukuran sampai terkena bagian dari kayu.
  • Tempelkan batang bawah tersebut pada batang atas tepat pada bekas sayatan tadi dan ikatlah pada batang atas tepat pada bekas sayatan dan ikat dengan kuat tali rafia.

Setelah beberapa waktu, kedua batang tersebut akan tumbuh bersama-sama seolah-olah batang bawah menyusu pada batang atas sebagai induknya. Dalam waktu 4-6 minggu, penyusuan ini sudah dapat dilihat hasilnya. Jika batang atas daun-daunnya tidak layu, maka penyusuan itu dapat dipastikan berhasil. Setelah 4 bulan, batang bagian bawah dan bagian atas sudah tidak diperlukan lagi dan boleh dipotong serta dibiarkan tumbuh secara sempurna. Jika telah tumbuh sempurna, maka bibit dari hasil penyusuan tersebut sudah dapat ditanam.

6. Perbanyakan Cara Stek

Tanaman pala dapat diperbanyak dengan stek tua dan muda yang dengan 0,5% larutan hormaon IBA. Penyetekan menggunakan hormon IBA 0,5%, biasanya pada umur 4 bulan setelah dilakukan penyetekan sudah keluar akar-akarnya.

7. Memperhatikan Pengolahan Media Tanam

Kebun untuk tanaman pala perlu disiapkan sebaik-baiknya, di atas lahan masih terdapat semak belukar harus dihilangkan. Kemudian tanah diolah agar menjadi gembur sehingga aerasi (peredaran udara dalam tanah) berjalan dengan baik. Pengolahan tanah sebaiknya dilakukan pada musim kemarau supaya proses penggemburan tanah itu dapat lebih efektif.

8. Menggunakan Teknik Penanaman

Salah satu yang paling penting adalah dalam teknik penanamnya, Penanaman bibit dilakukan pada awal musim hujan. Hal ini untuk mencegah agar bibit tanaman tidak mati karena kekeringan, bibit tanaman yang berasal dari biji dan sudah mempunyai 3-5 batang cabang biasanya sudah mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan sehingga pertumbuhannya dapat baik.

9. Proses Pemeliharaan Tanaman

yang terakhir adalah proses pemiliharaan tanaman, pemeliharaan yang baik maka akan Mendapatakan hasil yang baik pula.

maka perlu di usahakan tanaman pelindung yang pertumbuhannya cepat, misalnya tanaman jenis Clerisidae atau jauh sebelumnya bibit pala di tanam, lahan terlebih dahulu di tanami jenis tanaman buah-buahan/tanaman kelapa.

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published.