3 contoh cerpen pengalaman pribadi

cerpen adalah

Cerpen atau cerita pendek adalah bentuk prosa naratif fiktif. … Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, plot, tema, bahasa, dan insight secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang.

5 contoh cerpen pengalaman pribadi

Gue Mimpi Aneh

contoh cerpen pengalaman pribadi

Oleh: Jauharia Rusyady

Nama gue Bella, serta kamu dapat manggil gue Bell ataupun Abel. Umumnya sih, gue lebih kerap terpanggil Abel dari pada Bell. Serta jika kamu ingin manggil gue Bell kek, Abel kek, tidak apa- apa kok!

Gue memiliki satu cerita yang salah satunya buat gue merinding dari cerita- cerita horror yang lain. Ini cerita beda banget sama cerita- cerita horror yang yang lain. Cerita ini emang tidak nyata, tetapi ini semacam nyata tetapi di dalam mimpi. Yap! Ini hanya mimpi. Serta mimpi ini lebih seram dari pada mimpi- mimpi yang lain. Hiii…

Gue separuh tidur, separuh bangun, alias separuh siuman, serta separuh tidak siuman. Samar- samar gue dengar obrolan bokap sama nyokap gue. Ini nih jika cerita yang gue dengar waktu itu.

Bokap:“ kita ziarah ayo!”

Nyokap:“ nanti, Pa! Mama lagi bersih- bersih bareng adek( adek yang diartikan adeknya nyokap gue).”

Bokap:“ okeh! Nanti siang, ya?”

Nyokap:“ iya, Pa!”

Nah, dibilang ingin ziarah, gue baru inget jika gue baru aja udah belajar bimbingan jilbab baru. Pengeeennn banget gue turut!

“ Pah, Abel turut, ya?” pinta gue. Tetapi nyokap ataupun bokap gue tidak terdapat yang ngejawab. Kesimpulannya, gue tidur, terus bangun, serta tidur lagi.

Bangun tidur, tidur lagi. Bangun lagi, tidur lagi. Banguuun! Tidur lagiii!

Nah, dari bangun- tidur- bangun- tidur lagi, di sinilah cerita mimpi seperti nyata itu tiba.

Gue bangun. Masih merasa seperti di dalam mimpi. Kepala gue agak pusing. Tetapi gue bergegas nyari pakaian buat berangkat ziarah kubur. Sebab waktunya kepepet banget, kesimpulannya nyokap gue turun tangan ngebantuin gue sembari ngomel- ngomel sebab gue lelet bangun serta bentar lagi bokap gue bakalan berangkat. Jadi, tanpa butuh mandi, gue udah pake pakaian. Entahlah, gue pula tidak ingat. Seketika aja gue udah pake pakaian yang dipilihin nyokap gue barusan.

Sehabis berakhir pake pakaian( sementara itu udah kepake dengan ajaibnya), nyatanya bokap gue tidak jadi mau berangkat ziarah. Jadi, bagaikan gantinya, gue dititipin sama tante gue yang kebetulan ingin ziarahan pula. Untung aja gue terdapat temen. Fiona serta Nauzan.

Gue juga keluar dari rumah serta lari- lari nemuin Fiona serta Nauzan. Sementara itu, gue males banget lari- lari seperti gitu. Takutnya kehausan, sebab lagi puasa. Tetapi lebih baik lari dari pada ditinggalin.

Ini yang buat gue kesel! HA- RUS JA- LAN KA- KI!!! Huuuhhh… Udah letih, tante gue serta Nauzan lagi semangat, serta Fiona yang jalannya… duuuhhh… tidak kebayang gimana cepatnya! Lebih sesuai dibilang lari dari pada jalur. Serta dari seluruh yang berangkat ziarah, hanya gue! Gue seseorang yang paaaling lemes!

Tinnn tiiinnn!!!

Terdengar suara klakson sepeda motor dari arah balik. Gue berputar serta gue temuin kakak gue yang lagi make sepeda motor.

“ mengapa, Kak?” Tanya gue basa- basi.

“ tadi, disuruh Papa nganterin kalian supaya kalian tidak kecapean!” jawabnya.

Sebab jawaban dari kakak gue, gue jadi seneeeng banget! Sebab kesimpulannya gue tidak butuh lagi capek- capek ngikutin tante gue yang jalur kaki. Gue pikir, mengapa tidak manggil taksi supaya tidak kecapean? Tetapi biarlah, itu urusan tante sama yang yang lain.

Tetapi, baru separuh jalur, eeeh, kakak gue malah nyetop deket jembatan.

“ mengapa setop, Kak?” Tanya gue.

“ jembatannya diperbaikin orang!” ucap kakak gue. Gue bimbang. Perasaan, jembatan yang diperbaikin itu jembatannya masih jauh dari mari. Cocok gue amati, nyatanya bener! Jembatannya diperbaiki! Tetapi tunggu, katanya dibaikin, kok, orang yang lagi baikinnya tidak terdapat, ya? Terus, mengapa tidak dibikin jembatan darurat? Supaya gampang lewatnya.“ kita naik getek aja!” usul kakak gue.

Saat sebelum lanjut, kamu ketahui tidak getek itu apaan? Apa? Getek itu semacam perahu yang ditarik memakai tali dari satu pulau ke pulau lain.

“ oke!” jawab gue seneng. Gue seneng sebab jarang- jarang gue dapat naik getek. Tidak seperti temen sekolah yang lain yang terpaksa naik getek sebab jembatannya yang lagi diperbaiki.

Kakak gue nampak celingak- celinguk amati ke sungai. Gue pikir, mengapa celingak- celinguk? Geteknya aja udah nampak dari mari. Sehabis celingak- celinguk, kakak gue naik sepeda motor. Gue turut naik tanpa berkata kalimat apapun. Sepeda motor juga berangkat sebagian m, kemudian setop lagi. Serta lagi- lagi kakak gue celingak- celinguk amati ke sungai. Gue bimbang lagi. Udah ketahui geteknya di mari terdapatnya hanya satu.

“ eh, tidak jadi deh, naik geteknya.” Kata kakak gue lemes. Lemeees banget!

“ mengapa?” Tanya gue. Kakak gue diem, serta sekejap, gue baru ingat suatu.“ oya! Kakak khawatir naik getek, kan?” Tanya gue yang baru aja ingat kakak gue sempat bilang jika ia khawatir naik getek. Duuuh, udah gede masiiih aja khawatir naik beginian.

Dari mari gue mulai bimbang. Kakak gue seketika aja ngilang entah kemana. Gue merasa kembali lagi jadi anak kecil meski dari segi raga tidak sedikit juga berganti jadi anak kecil. Gue berpaling ke arah balik, serta gue temuin Fiona, Nauzan serta tante gue. Tetapi mereka tidak bertiga aja. Terdapat 5 laki- laki lain. Kayaknya mereka bukan berasal dari Indonesia, tetapi Korea! Bila dilihat, penampilan mereka nampak semacam suatu boyband dari pada masyarakat biasa.

Salah satu dari Orang Korea yang berambut biru( ya, rambutnya biru hasil dari nyemir) manggil gue biar mendekat ke situ. Entah kenapa kaki gue serasa terdapat yang menggerakkin. Sementara itu hasrat gue ke situ buat nemuin Fiona, Nauzan, sama tante gue. Tetapi arahnya berpindah pada cowok- cowok Korea itu. Yang berambut biru tadi langsung meluk gue. Iiih! Sebenernya gue ogah dipeluk- peluk seperti gituan. Tetapi gimana lagi? Tubuh gue serasa lemah, tidak terdapat kekuatan. Kemudian laki- laki itu ngegelitikin gue. Gue ingin ketawa kencang serta memohon tolong, tetapi rasanya suara gue udah lenyap, serta yang dapat gue perbuat cumalah ketawa- ketawa tanpa suara.

“ gue ingin ini! Gue ingin ini! Gue ingin ngebeliin wanita gue ini!” hah?! Sepintas terpikir oleh gue, kok, laki- laki Korea dapat ngomong bahasa Indonesia? Serta… mengapa ia pegang- pegang kaos dalam gue?“ gue ingin ngebeliin wanita gue ini! Ini rok yang diidam- idamkan wanita gue!” sambungnya.

Hah?! Rok?! Panca indranya kemana, sih? Kaos dalam dibilang rok! Udah ketahui gue tidak pake rok!

“ wanita loe tentu seneng tuh, jika loe beliin rok seperti gituan!” ucap temennya yang berambut pirang.

Dengan paksaan, gue membebaskan diri dari dekapan laki- laki edan itu. Serta saat ini terjalin peristiwa yang aneh lagi. Seketika aja di depan gue terdapat 3 anak wanita yang gue tahu serta masih dibawah usia gue lagi tidur- tiduran di teriknya panas matahari. Mereka merupakan Nausara, Vynna serta Liza. Yang anehnya lagi, mereka bertiga tidur- tidurannya pake bantal! Itu tidur, ataupun bener- bener tinggal di pinggir jalur?

Entahlah seluruh peristiwa ini terasa terdapat yang mengatur. Semacam seseorang Script Writer yang lagi menuliskan peristiwa edan ini. Bisa jadi saat ini ia lagi menuliskan“ Abel juga turut istirahat bersama 3 anak wanita itu”. Pantas aja gue seketika aja ingin turut sama mereka di bulan puasa ini sangai di teriknya panas matahari tanpa terdapat rasa haus.

Gue melirik ke arah 5 laki- laki Korea yang edan tadi. Gue kaget! Mengapa? Gimana tidak kaget? Di mari sinar mataharinya terik banget! Serta di situ nampak mendung serta sejuk. Di tambah lagi terdapat kakaknya Fiona yang lagi ngobrol- ngobrol sama 5 laki- laki Korea edan dengan style“ Chibi- Chibi” gitu.

“ Kak, Kak, Kak!” ucap Vynna menyolek bahu gue. Gue berputar arah pada Vynna.“ Kak Abel amati laki- laki yang berambut biru itu, kan?” tanyanya. Gue mengangguk.“ ia itu bekerja di kantor ayahku, Kantor RisaRira.” Ucapnya.

Kantor RisaRira. Baru kali ini gue dengar terdapat kantor namanya RisaRira. Gue lirik lagi laki- laki berambut biru yang meluk- meluk gue tadi. Mukanya mirip banget sama Guru Doong Ju, dokter hewan yang terdapat di film My Girlfriend is Gumiho. Miriiip bangeeet! Hanya rambutnya aja yang berbeda. Ia kurang tersenyum. Dari raut mukanya, ia lebih kerap melamun. Sama semacam halnya Guru Doong Ju.

Suasananya semacam fast motion. Kilat banget lalu. Matahari sudah tenggelam. Serta dengan rasa lemas, gue berjalan mengarah rumah sendirian.

Malam hari di rumah, gue mandi serta dikala lagi make pakaian, terdapat kejanggalan yang buat gue bimbang. Semacam terdapat yang memata- matai gue. Gue lirik ke arah jendela, serta gue amati terdapat suatu bola aneh bercorak biru. Barang itu gue ambil serta gue perhatikan dengan perinci. Bola itu memiliki satu mata yang besar dengan 3 ciri segitiga di atas matanya. Sebab gue khawatir, gue banting tuh bola aneh. Serta dikala dibanting, keluar lendir bercorak biru semacam putih telur mentah.

Seketika aja, terdapat bola aneh itu lagi. Tetapi kali ini terdapat 3! 2 buah bercorak biru, serta satu bercorak merah. Serta ciri- cirinya sama dengan bola yang awal. Mata besar, serta 3 buah ciri segitiga di atas mata mereka. Sebab gue khawatir bakalan terus menjadi parah, kesimpulannya gue keluar kamar serta memutuskan buat keluar rumah aja sekaligus. Serta… what happened?

Di mari lebih parah dari pada dikala gue terletak di dalam kamar. Di mari banyak sekali bola- bola aneh tadi. Serta bukan cuma itu! Di mari pula banyak barang aneh semacam selang yang ujungnya memiliki mata, semacam Tali Penegak Keadilan kepunyaan Doraemon yang tugasnya mengikat orang- orang yang berbohong ataupun bandel. Rupanya juga bermacam- macam. Terdapat kuning, hijau, merah, serta biru. Benda- benda aneh ini membuat teras rumah gue berhamburan. Ini aneh! Aneh sekali! Gue tidak sempat ngalamin perihal semacam ini. Gue pengin teriak memohon tolong. Tetapi entahlah, suara gue serasa tercekat di kerongkongan.

Gue lirik ke dekat serta gue ketemu pulakunya! Pelakunya tiada lain serta tiada bukan merupakan 5 laki- laki Korea edan tadi siang! Tetapi kali ini mereka berdua saja, yang bertiga lagi gue tidak ketahui di mana. Laki- laki yang mirip Guru Doong Ju itu kali ini tidak lagi serba biru. Kali ini ia berganti jadi serba kuning. Malah temennya yang mirip Cha Dae Woong, semacam di film yang sama, My Girlfriend is Gumiho, itu yang serba biru. Laki- laki yang mirip Guru Doong Ju itu melontarkan bola aneh bercorak biru, serta laki- laki yang mirip Cha Dae Woong itu melontarkan bola aneh bercorak merah ke arah gue.

Kali ini gue bangun. Bangun beneran tetapi masih merasa di alam dasar siuman gue. Serta kesimpulannya gue tidur lagi.

Gue ambil salah satu bola aneh corak merah. Gue berencana buat menanyakan pada Vynna tentang perihal ini. Gue lari mengarah rumah Vynna yang tidak jauh dari rumah gue. Tetapi gue tidak dapat berlari lagi sebab gue dikepung oleh 5 laki- laki Korea edan itu. 2 di depan gue sembari bawa 2 ekor kucing putih bertutul merah serta biru, serta 3 di balik gue lagi bawa bola- bola aneh bercorak merah, biru, serta kuning.

Waktu itu, gue sebaaal banget! Gue cenggram kuat- kuat bola yang terdapat di tangan gue serta yang terjalin bukannya rusak, malah terbelah jadi 4 bagian dengan dimensi yang lebih kecil dari tadinya yang berdimensi semacam bola voli.

2 laki- laki yang lagi megang kucing itu langsung melontarkan 2 kucing yang dipegangnya ke arah gue. Sebab gue khawatir, gue tendang tuh kucing sehingga tidak dapat bersama lagi, meski sesungguhnya gue ini pecinta kucing. Gue ketahui, tentu salah satu kucing itu betina serta satunya lagi jantan. Bila sel mani kucing jantan merambah sel telur si betina, hingga hendak terjalin pembuahan yang nyatanya hendak menghasilkan bola aneh barusan. Entah apa yang mereka perbuat pada 2 ekor kucing yang menawan itu, yang tentu kucing hasil kloning itu hendak menghasilkan telur, bukannya anak.

Seluruh terjalin dengan saaangat kilat! Gue tidak ingat lagi apa yang terjalin sehabis gue menendang 2 kucing menawan itu. Yang tentu, gue bangun dengan temperatur yang panas. Gue ngebayangin lagi tuh mimpi seperti gimana.“ mengapa tidak terdapat yang nolongin gue?” pikir gue.“ bisa jadi waktu di dalam mimpi tidak terdapat orang lain di dekat. Cuma gue serta 5 laki- laki Korea edan itu.”

Itu seluruh terjalin entah sebab kendala Syaitan ataupun sebab teguran dari Tuhan. Tetapi, bila gue pikir lebih lanjut, kayaknya ini bukan sebab kendala Syaitan, tetapi sebab teguran Tuhan. Mengapa gue dapat percaya dengan itu? Sebab gue ngedapetin mimpi yang Luar biasa Duper aneh itu di bulan Ramadhan. Di bulan Ramadhan, pintu Neraka dikunci serta para Jin, Iblis, serta Syaitan dipenjara di dalam Neraka. Itu berarti mimpi aneh ini merupakan teguran dari Tuhan. Tuhan menyuruh gue buat bangun serta tidak molor- molor melulu di atas tempat tidur. Sebab saat sebelum gue molor kelamaan, gue kurang ingat baca do’ a.

Astaghfirullahal‘ azhiiim…

Lebaranku Kali Ini

Oleh: Uus Wahyudin

Ingin Lebaran kali ini rasanya biasa- biasa saja gak seindah masa- masa dahulu sebab telah gede, yang seru serta buat kangen cocok ingat lebaran waktu masih kecil dahulu jika 3H blom memiliki pakaian baru saya nangis, ngabuburit dari mulai ngejar lanyangan hingga ngadu layangan hingga kurang ingat waktu magrib, cocok udah magrib di cariin bunda isya baru kembali dengan pakaian kotor.

Bakar petasan hingga habis duit 30 ribu belum kembali jika gak di jewer ayah, panas- panasan sama kampung orang sebelah, bakar karbit yang gunakan lodong bambu, gak menyudahi saat sebelum lodong bambunya rusak terus telah di beliin di pamer- pamerin sama sahabat terus di gunakan hingga hari H, 3 hari saya pake gak ganti- ganti, kebayang tuh bau nya hehe, untung di beliinnya 2 stel cocok Hari H di suruh ubah sama mama.

Bahagia jika ngunjungi keluarga jauh walaupun di suruh membawa rantang yang isinya nasi sama ikan buat ngikutin tradisi tahunan tukeran santapan, habis itu di kasih duit pula sama keluarga, pokonya keluarga jauh di kunjungin apa lagi yang deket ngumpul seluruh di rumah terus buat kegiatan tamasya keluarga ke laut. Saat ini lebaran yang saya rasakan dapat aja di tambah lagi lebaran kali ini gak dapat kembali kampung sebab kerjaan jauh lintas pulau apa lagi di kasih libur 3 hari cocok hari H sama 2 hari sesudahnya, maaf- maafan sama Orangtua hanya melalui telefon buka gak ingin kembali bukan gak kangen sama keluarga di kampung mengingat tanggung jawab kerjaan serta ongkos yang relatif gak murah, Kalimantan timur– Jawa barat gak lumayan dengan duit sedikit, mending di kumpulin dahulu aja nanti habis lebaran insyaalloh saya nyempetin kembali dahulu.

Sekian cerpen ku, kali ini cuma membagi cerita sedikit kan namanya pula cerpen( alias cerita pendek hehe) buat seluruh yang baca paling utama yang buat web ini, Minal aidzin wal faidzin, Mohon maaf lahir serta batin mudah- mudahan amal ibadah puasa sebulan kita di terima oleh alloh swt. Amin

Hikmah di Balik Musibah

contoh cerpen pengalaman pribadi

Oleh: Angga Dwi Saputro

Sabtu, 20 Juli 2013 semacam umumnya saya bangun pagi sebab hendak berangkat bekerja. Tetapi hari itu lain dari umumnya, saya lebih bergairah buat bangun pagi. Rasanya mau cepat- cepat hingga di tempat kerja, entah apa yang membuatku bergairah pagi itu. Sehabis bersiap- siap saya lekas pamit kepada kedua orang tuaku serta serta semacam umumnya pula orang tuaku senantiasa mengingatkanku buat memperbanyak membaca sholawat kala bekerja serta akupun langsung berangkat.

Sesampainya di tempat kerja, saya memandang atmosfer yang berbeda. Seluruh orang nampak senang sebab tidak hanya bulan ramadhan, hari itu pula merupakan hari sabtu yang kerjanya cuma separuh hari. Pas jam 08. 00 pintu pabrik dibuka, saya serta sahabat sesama teknisi langsung merambah ruangan mesin. Yah, disana saya berprofesi bagaikan teknisi mesin serta listrik.

Sehabis seluruh mesin penciptaan dihidupkan, saya lekas naik ke atas mesin buat mensterilkan mesin. Selang 1 jam saya mensterilkan mesin, sahabat teknisi memanggilku. Akupun lekas turun dari mesin.

“ hei ngga tolong bantu saya memasang pintu ruangan sebelah!” kata temanku.

“ eemm, baiklah mari” kataku.

Sehabis seluruh perkakas yang diperlukan telah diambil, kami lekas mengarah ruangan sebelah. Tidak lama, sahabat teknisiku yang satunya pula memanggilku serta menyuruhku memasang kabel stop kontak di atas pabrik yang ketinggiannya 9 m.

Entah mengapa hatiku ragu buat memasang stop kontak itu, tetapi saya tidak berani menolak perintahnya, sebab tidak hanya saya masih karyawan baru, sahabat teknisiku itu usianya jauh lebih tua daripada saya sehingga saya berlagak hormat padanya. Dengan hati kurang cocok, saya menaiki tangga yang telah berdiri. Saya teringat pesan ibuku buat senantiasa membaca sholawat kala bekerja. Sehabis hingga di atas pabrik, ku memperbanyak sholawat sembari tanganku mengupas kabel. Pada waktu saya ingin menyambungkan kabel yang bertegangan dengan kabel plus stop kontak, tanganku memegang kabel yang bertegangan tersebut serta saya terpental dari tangga sehingga saya jatuh dari ketinggian 9 m.

Dikala saya masih melayang di hawa, saya cuma dapat berharap mudah- mudahan ini cuma mimpi. Kesimpulannya lantai pabrik yang keraspun menyambutku. Tubuhku terhempas ke lantai dengan keras. Saya cuma dapat berteriak ALLAH sebab tubuhku tidak dapat digerakkan. Seluruh karyawan pabrik mendatangi serta menolongku buat dibawa ke rumah sakit. Nyatanya itu bukan mimpi, itu realitas.

Pendek cerita, orang tuaku tiba ke rumah sakit sehabis di kabari salah satu sahabat teknisiku. Orang tuaku menangis memandang saya terbujur di rumah sakit, paling utama ibuku. Saya cuma dapat meneteskan air mata dikala ibuku menangis, sebab mataku cuma dapat di pejamkan. Dalam hatiku bertanya, dosa apa yang membuatku dapat terjatuh.

Tidak lama dokter bilang jika kondisiku tidak apa- apa cuma bagian tulang panggul yang patah serta bisa terhubung kembali sebab usiaku masih muda. Alhamdulillah, Allah masih menyayangiku, tubuhku tidak terdapat yang terluka sedikitpun meski jatuh dari ketinggian 9 m. Saya dirawat di rumah sakit sepanjang 4 hari dengan ditemani orang tua, kerabat, serta teman- tamanku. Terimakasih ya Allah.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like